3EA35
NPM: 19213591
Silogisme
adalah
proses penyimpulan yang sekurang-kurangnya didahului dua pernyataan (proposisi
atau premis) sebagai antesedens (pengetahuan yang telah dipahami) sehingga
membentuk suatu kesimpulan sebagai keputusan baru (konklusi atau konsekuensi).
Macam-macam silogisme :
1.
Silogisme kategorial
Silogisme kategorial selalu didukung dengan
premis-premis dan kesimpulan kategorial.
Silogisme kategorial adalah silogisme yang
semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme
disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor
(premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya
menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term
penengah (middle term).
Contoh :
1.
Semua professor sangat pandai
2.
Mamalia berkembang biak dengan cara melahirkan
anaknya
3.
Semua makhluk hidup memerlukan makanan
http://www.kelasindonesia.com/2015/05/contoh-paragraf-silogisme-dan-entimen-beserta-definisinya.html
2.
Silogisme
Hipotesis
Silogisme hipotesis adalah silogisme yang
premis mayornya merupakan pernyataan hipotesis dan premis minornya menerima
atau menolak salah satu atau bagian dari premis mayor tersebut.
Silogisme hipotesis ada 3 macam :
1.
Silogisme hipotesis kondisional
Adalah silogisme yang premis mayornya berbentuk suatu keputusan bersyarat
yang dirumuskan dengan kata-kata
Contohnya :
1.
Pr 1 :
Jika hujan, saya naik becak.
Pr 2 : Sekarang hujan.
Konkl : Jadi, saya naik becak.
2.
Bila hujan, bumi akan basah.
Sekarang bumi telah basah.
Jadi hujan telah turun.
3.
Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan
paksa, maka kegelisahan akan muncul.
Politik pemerintah tidak dilaksanakan dengan paksa.
Jadi kegelisahan tidak akan timbul.
2.
Silogisme pemisah
Adalah silogisme premis mayor yang berbentuk pernyataan yang bersifat memisahkan.
Contohnya :
1.
Ia berada
di dalam atau di luar.
Ternyata ia tidak berada di luar.
Jadi, ia berada di dalam.
2.
Budi di mall atau di sekolah.
Budi di mall.
Jadi Budi tidak berada di sekolah.
3.
Hasan berbaju putih atau tidak putih.
Ternyata Hasan berbaju putih.
Jadi
ia bukan tidak berbaju putih.
3.Silogisme hipotesis konjungtif adalah silogisme yang memiliki
premis dalam bentuk proposisi konjungtif.
Contoh :
1.
Tidak mungkin buku itu kuning sekaligus hijau
Ternyata buku itu kuning
Jadi, buku itu tidak hijau
2.
Tidak mungkin sekarang ini siang sekaligus
malam.
Ternyata sekarang ini siang
Jadi, sekarang ini bukan malam.
3.
Tidak mungkin sekarang lapar dan sekaligus
kenyang
Ternyata sekarang ini kenyang
Jadi, sekarang ini tidak lapar
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas
premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila
premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya.
Contohnya :
Jadi, Nenek Sumi
tidak berada di Bogor.
2.
Ibu membeli ikan atau ayam
Ibu membeli ayam
Jadi ibu tidak membeli ikan.
3.
Ria membeli baju atau buku.
Ria membeli buku.
Jadi, ria tidak membeli baju.
Sumber : Hendrik, Jan Rapar. Pengantar Logika Asas-asas
penalaran sistematis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar