Jumat, 01 April 2016

silogisme

Yuni Gustia Dewi
3EA35
NPM: 19213591


Silogisme adalah proses penyimpulan yang sekurang-kurangnya didahului dua pernyataan (proposisi atau premis) sebagai antesedens (pengetahuan yang telah dipahami) sehingga membentuk suatu kesimpulan sebagai keputusan baru (konklusi atau konsekuensi).
Macam-macam silogisme :
1.       Silogisme kategorial
Silogisme kategorial selalu didukung dengan premis-premis dan kesimpulan kategorial.
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).

Contoh :
1.       Semua professor sangat pandai
2.       Mamalia berkembang biak dengan cara melahirkan anaknya
3.       Semua makhluk hidup memerlukan makanan

2.       Silogisme  Hipotesis
Silogisme hipotesis adalah silogisme yang premis mayornya merupakan pernyataan hipotesis dan premis minornya menerima atau menolak salah satu atau bagian dari premis mayor tersebut.
Silogisme hipotesis ada 3 macam :
1.       Silogisme hipotesis kondisional
Adalah silogisme yang premis mayornya berbentuk suatu keputusan bersyarat yang dirumuskan dengan kata-kata
Contohnya :
1.       Pr 1  : Jika hujan, saya naik becak.
Pr 2  : Sekarang hujan.
Konkl  :  Jadi, saya naik becak.
2.       Bila hujan, bumi akan basah.
Sekarang bumi telah basah.
Jadi hujan telah turun.
3.       Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan muncul.
Politik pemerintah tidak dilaksanakan dengan paksa.
Jadi kegelisahan tidak akan timbul.
2.       Silogisme pemisah
Adalah silogisme premis mayor yang berbentuk pernyataan  yang bersifat memisahkan.
Contohnya :
1.        Ia berada di dalam atau di luar.
Ternyata ia tidak berada di luar.
Jadi, ia berada di dalam.
2.       Budi di mall atau di sekolah.
Budi di mall.
 Jadi Budi tidak berada di sekolah.
3.       Hasan berbaju putih atau tidak putih.
Ternyata Hasan berbaju putih.
Jadi ia bukan tidak berbaju putih.
3.Silogisme hipotesis konjungtif adalah silogisme yang memiliki premis dalam bentuk proposisi konjungtif.
Contoh :
1.       Tidak mungkin buku itu kuning sekaligus hijau
Ternyata buku itu kuning
Jadi, buku itu tidak hijau
2.       Tidak mungkin sekarang ini siang sekaligus malam.
Ternyata sekarang ini siang
Jadi, sekarang ini bukan malam.
3.       Tidak mungkin sekarang lapar dan sekaligus kenyang
Ternyata sekarang ini kenyang
Jadi, sekarang ini tidak lapar

Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya.
Contohnya :
1.        Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Nenek Sumi berada di Bandung.
Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.
2.       Ibu membeli ikan atau ayam
Ibu membeli ayam
Jadi ibu tidak membeli ikan.
3.       Ria membeli baju atau buku.
Ria membeli buku.
Jadi, ria tidak membeli baju.

 Sumber : Hendrik, Jan Rapar. Pengantar Logika Asas-asas penalaran sistematis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar