Rabu, 11 Mei 2016

TUGAS 5 DAN 6


Yuni Gustia Dewi
19213591
3EA35
Tugas 6
Karangan ilmiah
Karangan ilmiah merukapan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu ,disusun menurut metode tertentu dengan sistematika yang bersantun bahasa dan isinya dapat di pertanggungjawabkan kebenarannya.
Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah :
1.                  Memberi penjelasan
2.                  Member komentar atau penilaian
3.                  Memberi saran
4.                  Menyampaikan sanggahan
5.                  Membuktikan hipotesa

Bila fakta yang disajikan berupa fakta umum yang obyektif dan dapat dibuktikan benar tidaknya serta ditulis secara ilmiah, yaitu menurut prosedur penulisan ilmiah, maka karya tulis tersebut dapat dikategorikan karya ilmiah, sedangkan bilamana fakta yang disajikan berupa dakta pribadi yang subyektif dan tidak dapat dibuktikan benar tidaknya serta tidak ditulis secara ilmiah, karya tulis tersebut termasuk karya tulis non ilmiah.
Skripsi
Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.
Tujuan skripsi :
Tujuan dan kegunaan skripsi yaitu menyajikan hasil-hasil temuan penelitian secara ilmiah yang berguna bagi pengembangan ilmu dan atu kepentingan praktis administrasi negara dan komunikasi.

skripsi yang disusun mahasiswa harus memiliki karakteristik sebagai berikut :
  1. Merupakan hasil karya asli, bukan jiplakan bagi sebagian atau secara keseluruhan (dibuat pernyataan di atas kertas segel bermaterai Rp. 6.000,00).
  2. Mempunyai relevansi dengan Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi.
  3. Mempunyai manfaat teoritis atau praktis.
  4. Sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan.
  5. Menggunakan bahasa Indonesia yang baku, baik dan benar menurut Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Contoh
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Uang (Deman For Money) Di Sulawesi Selatan Periode 2001-2010 (KE-66)
http://skripsi-ilmiah.blogspot.co.id/2013/03/analisis-faktor-faktor-yang_14.html
Tesis
Tesis adalah pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen yang dikemukakan dalam karya tulis ilmiah; untuk mendapatkan gelar kesarjanaan pada perguruan tinggi. Tesis juga dapat berarti sebuah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa.
Contoh tesis
Kode : PASCSARJ-0001) : TESIS PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PT. X (PRODI : PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA)
disertasi
Disertasi adalah paparan diskusi yang menyertai sebuah pendapat atau argumen. Pendapat atau argumen itu sendiri disebut sebagai tesis. Umumnya, istilah disertasi dan tesis dipakai untuk mengacu pemaparan diskusi yang bersifat skolar atau akademis.
Beberapa perguruan tinggi menggunakan istilah disertasi spesifik untuk tesis akademik dalam jenjang doktoral.
Contoh disertasi
DIS.2.    KEBIJAKAN DEVISIT ANGGARAN PEMERINTAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA.

TUGAS 5
SINTESIS
Sintesis paduan adalah (campuran) berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan yang selaras: perkembangan manusia adalah hasil -- beberapa unsure, penentuan hukum yang umum berdasarkan hukum yang khusus, reaksi kimia antara dua atau lebih zat membentuk satu zat baru, Ling penggabungan unsur-unsur untuk membentuk ujaran dengan menggunakan alat-alat bahasa yang ada.
Cara Membuat Tulisan Dari Bahan Bacaan Yang Beragam. Sebuah keterampilan. Tidak semua orang mampu dengan cermat dan tepat membuat tulisan dari bahan bacaan yang dibacanya. menggariskan cara yang berbeda  dan kita dapat mengubah produk data anda untuk mengoptimalkan pengungkapan, Sering kali ini memerlukan produk informasi lebih dari yang kita sediakan. Masing-masing laporan berlaku untuk jumlah produk yang tercantum.
Contoh sintesis:
Islam masuk ke Australia pada abad 19 M, dibawa oleh para pengembara dari Afganistan. Para pengembara Afganistan tersebut lama-lama mampu mendirikan masjid di Broken Hill dan New South Wales, selanjutnya ke Perth ibukota Australia Barat dan Adelaide ibukota Australia Tengah.

Premier Australia Barat, Alan Carpenter MLA pernah mengatakan, bahwa kedatangan Islam sudah ada sejak 1860 seiring dengan mulai dipekerjakannya para penunggang unta asal Afghanistan dalam ekspedisi keluarga Burke dan Wills. Alan Carpenter menyebut masjid paling pertama dibangun di australia justru berada di Perth. Sejak masjid pertama yang didirikan tahun 1905 untuk menampung jamaah muslim Afghanistan yang bekerja sebagai penunggang unta dan muslim India yang bekerja sebagai pengusaha, kini terdapat setidaknya 10 masjid di Perth.

Merujuk data milik Administrasi Imigran, jumlah kaum muslimin di Australia mencapai 700.000 jiwa.
Menurut catatan, kaum muslimin di negara Australia ikut berperan membantu menaklukkan pedalaman Australia yang semua belum tersentuh manusia.

Diantara upaya yahudi dalam menghalangi dakwah Islam di masas-masa awal perkembangannya adalah : Pemboikotan, Membangkitkan fitnah dan kebencian, Menyebarkan keraguan pada diri kaum muslimin, Memata-matai kaum muslimin dan Usaha memfitnah Rasulullah SAW.

Kegagalan dakwah di Australia terjadi karena Islam sering diwarnai dengan kekerasan, komunitas muslim hampir diseluruh bagian dunia ter-expose dengan kekerasan didalamnya dari dunia paling timur di Afrika, asia dan bahkan di Eropa.

Selasa, 26 April 2016

aspek penalaran dalam karangan ilmiah


Yuni Gustia Dewi
3EA35
19213591

Aspek Penalaran Dalam Karangan Ilmiah
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Menurut Suriasumantri (2001: 42) mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa pengetahuan.Dalam sumber yang berbeda menurut penalaran sebagai reasoning yang didefinisikan sebagai proses pencapaian kesimpulan logis berdasarkan fakta dan sumber yang relevan (Dahlan, 2004).

A.    Menulis Sebagai Proses Penalaran

             Menulis merupakan suatu pengungkapan pikiran yang dituangkan ke dalam bentuk sebuah tulisan. Ide yang dituangkan oleh si penulis dapat berasal dari pengalaman dan pengetahuan atau pun imajinasi si penulis. Menulis merupakan proses bernalar. Dimana pada saat kita ingin menulis sesuatu tulisan baik itu dalam bentuk karangan atau pun yang lainnya, maka kita harus mencari topiknya terlebih dahulu. Dan dalam mencari suatau topik tersebut kita harus berfikir, maka pada saat kita berfikir tanpa kita sadari kita sendiri telah melakukan proses penalaran. maka pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan sedikit mengenai menulis merupakan prosae bernalar.
Setiap hari kita selalu menggunakan otak kita untuk berfikir, bahkan setiap detik dan menit kita menggunakan otak kita untuk berfikir. Pada saat kita berpikir, maka dalam benak kita akan akan timbul bermacam-macam gambaran tentang sesuatu yang hadirnya tidak secara nyata. misalnya pada saat-saat kita melamun. Kegiatan berpikir yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan, dan bertujuan untuk sampai kepada suatu kesimpulan. Jenis kegiatan berpikir vang terakhir inilah yang disebut kegiatan bernalar.

Berdasarkan uraian di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperolch kesimpulan berupa pengetahuan.



B.     Metode dalam menalar
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif, yaitu :
  1. Penalaran Induktif
Penalaran induktif (prosesnya disebut induksi) merupakan proses penalaran untuk menarik suatu prinsip atau sikap yang berlaku untuk umum maupun suatu kesimpulan yang bersifat umum berdasarkan atas fakta-fakta khusus.
Keuntungan Menggunakan Penalaran Induktif
  1. Pernyataan yang bersifat umum ini bersifat ekonomis
  2. Dari pernyataan yang bersifat umum dimungkinkan proses penalaran selanjutnya baik secara induktif maupun deduktif.
  • Jenis-jenis penalaran induktif:
  1. Generalisasi,
  2. Analogi (Analogi Induktif),
  3. Hubungan Sebab-Akibat
2.      Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif (prosesnya disebut deduksi), yaitu cara berpikir yang didasarkan atas prinsip, hukum, teori atau keputusan lain yang berlaku umum untuk suatu hal atau gejala.
  • Contoh:
    1. Semua makhluk mempunyai mata. (p. mayor)
    2. Si Polan adalah seorang makhluk. (p. minor)
    3. Jadi, si Polan mempunyai mata. (kesimpulan)
C.   Isi karangan
Isi karangan merupakan bagian terpenting dalam karya ilmiah. Maka, argument, analisis, pembuktian, rincian maupun penyimpulan harus didasarkan penalaran yang akurat, sahih dan objektif. Seluruh bukti, referensi, keterangan, fakta, kutipan-kutipan harus dimanfaatkan agar objektivitas, kedalaman bahasa, konsistensi, dan kontinuitas penjabaran tetap terjaga. (terampil berargumentasi, 164).


D.   Fakta sebagai unsure dasar penalaran karangan
Fakta itu sendiri berarti sebuah hal (keadaan atau peristiwa) yang merupakan sebuah kenyataan, sesuatu yang benar-benar terjadi dan bukan merupakan sebuah fiktif (kebohongan), fakta juga merupakan pengamatan yang telah diverifikasi secara sistematis (sesuai dengan bukti).

Selain itu, kita dapat menggolong-golongkan sejumlah fakta ke dalam bagian-bagian dengan jumlah anggota yang sama banyaknya. Proses seperti itu disebut pembagian, namun pembagian di sini memiliki taraf yang lebih tinggi dan disebut klasifikasi.
- Memasukkan fakta-fakta ke dalam suatu hubungan logis berdasarkan sebuah sistem,suatu klasifikasi akan berhenti jika sudah sampai kepada individu yang tidak dapat merupakan spesies.

- Jenis-jenis klasifikasi
- klasifikasi sederhana
suatu kelas hanya mempunyai dua kelas bawahan yang berciri positif dan negatif
- klasifikasi kompleks

Suatu kelas mencakup lebih dari dua kelas bawahan.
- Persyaratan klasifikasi
- prinsipnya harus jelas
- klasifikasi harus logis dan konsisten
- klasifikasi haris bersikap lengkap menyeluruh

Sumber :

Jumat, 08 April 2016

tugas 3


Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan/ pernyataan sementara yang diungkapkan secara deklaratif/ yang menjadi jawaban dari sebuah permasalahan.  Pernyataan tersebut diformulasikan dalam bentuk variabel agar bisa di uji secara empiris. Hipotesis merupakan identik dari perkiraan atau prediksi. Dari sebuah hipotesis maka akan menimbulkan suatu prediksi, karena prediksi adalah hasil yang diharapkan diperoleh dari hipotesis. Hipotesis dapat diketahui jika telah melakukan suatu percobaan sehingga mengetahui hasilnya.
contoh hipotesis:


Teori
Teori (theory) adalah susunan definisi, konsep, dan dalam menyajikan pandangan yang sistematis fenomena dengan menunjukkan hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya dengan maksud untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diberikan pengertian teori adalah pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa atau kejadian, azas dan hukum umum yang menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan, dan pendapat/cara/aturan untuk melakukan sesuatu. Teori merupakan sarana pokok guna dapat menyatakan hubungan sistematis yang terjadi dalam gejala sosial maupun gejala alam yang akan diteliti. Teori juga merupakan abstraksi dan pengertian atau hubungan suatu proporsi dan dalil.
Sumber : http://www.pengertianahli.com/2014/04/pengertian-teori-apa-itu-teori.html
Contoh teori
1.      “Unsure paling penting dalam suatu kalimat adalah subjek atau predikat”(sudaryanto,1987;136)
2.      “sebuah kalimat sebagai sebuah troposisi mempunyai bagian yang menjadi pokok pembicaraan…”(samsurina,1985;141)
Sumber : google book bahasa Indonesia halaman 119
Hubungan Klausa
Kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih, yang dipadukan menjadi satu disebut kalimat majemuk. Berdasarkan hubungan sistematis antar klausa, kalimat majemuk dibagi menjadi dua, yaitu kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.
1.      Kalimat majemuk setara
Kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih, yang hubungan antar klausanya bersifat koordinatif. Ada tiga macam kalimat majemuk setara :
a.       Hubungan penjumlahan
Hubungan yang menyatakan penjumlahan \atau gabungan kegiatan, keadaan, peristiwa atau proses.
Contoh:
ü  Dia senyum dan melambaikan tangan dari dalam kereta
ü  Hujan terus membasahi rumah dan jalan, serta pepohonan
ü  Aku dating ke taman, kemudian duduk di bangku hijau
b.      Hubungan perlawanan
Hubungan yang menyatakan bahwa apa yang dinyatakan dalam klausa pertama berlawan atau tidak sama dengan apa yang dinyatakan dalam klausa kedua
Contoh:
ü  Dokter sudah berusaha mengobati penyakitnya, tetapi anak itu belum sembuh
ü  Jangankan berjalan seratus meter, naik gunungpun dia mampu melakukannya.
ü  Perang tidak saja membumihanguskan kota , tetapi juga menyebabkan banyak korban.
c.       Hubungan pemilihan
Hubungan yang menyatakan pilihan diantara dua kemungkinan atau lebih,yang dinyatakan oleh klausa-klausa yang terhubung oleh coordinator (konjungsi).
Contoh :
ü  Husni bimbang harus melanjutkan perjalanan memasuki hutan atau kembali tanpa membawa obat penawar alami
ü  Sinta tidak akan kehilangan kesempatan masuk perguruan tinggi favorit andai saja sejak awal ia rajin membaca buku atau berlatih mengerjakan soal-soal
Sumber : google book, bahasa Indonesia halaman 78
2.      Kalimat majemuk bertingkat
Kalimat yang terdiri atas 2 klausa atau lebih, yang hubungan antar klausanya bersifat subordinatif.
a.       Induk kalimat (klausa utama)
Contoh: gunung kelud meletus saat semua warga Blitar tidur lelap.
b.      Anak kalimat (klausa bawahan)
Contoh : sejak bukit itu longsor, warga Banjarnegara mengungsi.